Understanding Deep Web: Brief history and how to access it

Apa itu Deep Web?

Deep Web adalah kumpulan konten World Wide Web yang tidak terindex oleh mesin pencari standar (seperti Google, Bing, Yahoo).
Seperti namanya “Deep Web” == “Web Mendalam” yang secara harfiah tidak terlihat dipermukaan. Meskipun tidak terlihat, konten Deep Web tetap dapat diakses dengan menggunakan tools khusus. Menurut hasil riset jumlah konten situs yang digolongkan sebagai Deep Web sangatlah banyak jumlahnya.

 

Deep Web History

Semua jenis gambar, suara dan video akan diubah menjadi angka-angka 0 dan 1 sebelum dikirim ke internet. Internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan komputer yang ada di seluruh dunia. Untuk dapat berhubungan satu sama lain, setiap komputer atau perangkat terhubung ke internet memilki alamatnya masing-masing yang disebut alamat IP. Setiap pesan yang dikirimkan melalui internet dilengkapi dengan alamat IP tujuan dan alamat IP pengirim. Ini menungkinkan pesan untuk diteruskan oleh komputer atau cabang yang berada di komputer pengirim dan komputer tujuan. Permasalahan yang muncul, internet tidak dirancang dengan unsur anonimitas dan privasi sehingga hampir semua kegiatan yang kita lakukan diinternet dapat direkam dan di lacak kembali. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang peduli dengan privasi data-data yang mereka kirimkan melalui internet. Pada waktu internet baru mulai booming sekitar pertengahan tahun 90-an, pihak yang sangat memerlukan privasi tersebut adalah pemerintah Amerika Serikat. Akhirnya dibentuklah sebuah tim yang terdiri dari para ahli math dan komputer yang tergabung dalam Naval Research Laboratory untuk mengembangkan teknologi Onion Routing.

 

How does Onion Routing works?

Onion Routing memungkinkan 2 buah komputer untuk berkomunikasi secara anonim sehingga alamat IP tujuan dan pengirim tidak dapat diketahui oleh komputer lain yang berada diantara kedua komputer tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Overlay Network, yaitu sebuah jaringan komputer yang diimplementasikan diatas jaringan komputer lain. Dengan Onion Routing, data akan dikirim melalui overlay network tanpa menggunakan jaringan internet biasa yang tidak privat. Data tersebut akan dibungkus dengan pengaman berlapis atau enkripsi supaya terlihat berbeda. Setiap kali berpindah rute, bungkusan itu akan dibuka. Ada banyak jenis overlay network selain onion routing, akan tetapi jaringan yang menggunakan onion routing dapat dikategorikan sebagai darknet.

 

Darknet & Dark Web

Darknet adalah jaringan internet yang hanya bisa diakses dengan software khusus dan membutuhkan autorisasi tertentu seperti username dan password. Para ahli di Naval Research Laboratory pun menyadari kelemahan onion routing. Jika hanya mereka yang menggunakan jaringan tersebut, akan diketahui dengan jelas bahwa merekalah yang mengirimkan data tersebut. Sehingga mereka menarik kesimpulan bahwa harus ada orang lain yang menggunakan jaringan tersebut untuk menyamarkan identitas mereka diantara pengguna-pengguna darknet yang sama. Akhirnya pemerintah amerika serikat mempublikasikan teknologi onion routing ke masyarakat dengan nama The Onion Router atau yang dikenal dengan TOR. TOR merupakan sebuah software yang dibutuhkan untuk mengakses jaringan onion routing. Orang-orang diseluruh dunia menggunakan TOR untuk berbagai macam kegiatan seperti browsing sehari-hari dan yang patut disayangkan kegiatan kriminal. Ada banyak darknet-darknet lain selain tor yang digunakan untuk mengakses internet secara anonim dan secara keseluruhan mereka membentuk dark web.

Dark web sendiri merupakan bagian kecil Deep WEB, yaitu kumpulan situs internet yang tidak didaftarkan ke search engine seperti google misalnya. Tanpa kita sadari, kita juga sering menggunakan deepweb tersebut contohnya saat kita menggunakan e-banking, netflix, spotify, dan situs-situs lain yang berbayar yang membutuhkan autorisasi. Tentu saja jumlah konten deep web menjadi lebih banyak dari surface web. Sebuah study mengatakan bahwa konten deep web 500 kali lebih banyak dari pada surface web. Konten-konten banyak memiliki konspirasi dan membuat rasa penasaran lebih tepat disebut dark web. Dark web hanya bagian kecil dari deep web yang aksenya membutuhkan softare atau autorisasi khusus.

Apa yang dapat kita akses di Dark web melalui browser TOR di handphone maupun komputer kita?

Sebetulnya, browser TOR dapat digunakan seperti browser-browser pada umumnya seperti browsing berita dan upload status di sosial media. Uniknya, TOR menawarkan jasa tersembunyi atau hidden services yaitu situs-situs yang hanya dapat diakses dengan menggunakan TOR dan memiliki akhiran “.onion”. Sebagai contoh kita dapat membuka jasa tersembunyi facebook dari TOR browser dengan alamat “facebookcorewwwi.onion” tetapi jika kita coba di browser biasa, tidak akan bisa dibuka. Ini merupakan implementasi TOR untuk tujuan baik. Hanya saja terdapat sisi gelap dari TOR maupun darknet lainnya karena tujuannya tidak hanya digunakan untuk tujuan baik namun juga tujuan yang ilegal. Tahun 2013, FBI atau lembaga inteligen amerika serikat membongkar sebuah pasar narkoba online bernama Silk Road. Situs ini memanfaatkan anonimitas dari hidden services TOR untuk menghasilkan omset lebih dari 1 Milyar Dollar. Beberapa bulan setelah pembongkaran situs tersebut, muncul situs Silk Road 2 dan dibongkar kembali pada tahun 2014 dan muncul kembali Silk Road 3 beserta situs-situs lainnya yang terus bermunculan di dark web.

Yang lebih parah lagi ada banyak situs-situs yang menjual tontonan tidak etis seperti penyiksaan hewan dan pornografi anak. Situs pornografi anak Lolita City dan Playpen yang beranggotakan lebih dari 200 ribu orang, telah dibekuk FBI pada tahun 2015. Ada pula situs-situs yang menjual jasa hitman atau pembunuh bayaran meskipun belum ada bukti kuat untuk mendukung adanya kehadiran situs-situs tersebut. Menurut studi pada tahun 2016, lebih dari 50% situs “.onion” memiliki konten yang ilegal seperti pornografi, penjualan senjata, pencucian uang, narkoba, dan terorisme cyber. Namun hanya 3 – 6 % dari seluruh pengguna jaringan TOR yang menggunakan situs-situs tersebut. Sebagian besar dari pengguna jaringan tersebut menggunakannya untuk browsing internet secara anonim, sehingga meskipun darkweb memiliki situs-situs yang cukup mengerikan jumlah situs dan penggunanya jauh lebih kecil dari apa yang dibesar-besarkan selama ini.

Lalu, mungkinkah semua situs ter sebut di bongkar?
Jawabannya adalah Tidak Mungkin

Sifat dasar jaringan anonim tersebut adalah keterbukaan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk menjaga anonimitas jaringan harus dibuka kepengguna-pengguna biasa. Lalu mengapa dark web tidak ditutup saja? Sama halnya dengan pengguna biasa, kriminal, pedofil, maupun teroris, pemerintah juga menggunakan jaringan anonim tersebut untuk merahasiakan komunikasinya. Karena peran publik adalak kunci untuk menjadika jaringan tersebut anonim, hanya ada 2 pilihan. Semua orang harus bisa menggunakannnya atau tidak ada yang menggunakannya sama sekali.

Menurut sobat HMIK gimana nih? Pernahkan kalian menggunakan TOR atau software lainnya dan dari 2 pilihan tersebut, manakah yang lebih baik diimplementasikan? Berikan pendapat kalian di kolom komentar ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *