CITE UP 2018: Living in the Virtual World

Jakarta – Minggu, 11 November 2018 telah dilaksanakan acara CITE UP (Computer & IT Event Universitas Pertamina) yang kedua oleh Ilmu Komputer Universitas Pertamina. CITE UP merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina, merupakan ajang kompetisi lomba logika dan desain grafis tingkat nasional untuk SMA/SMK sederajat, tahun ini CITE UP bertemakan “Living in the Virtual World”.

Acara CITE UP 2 dilaksanakan di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina. Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana CITE UP 2 (Marrosandy Bagus S.), dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua HMIK UP (Adam Marsono Putra), Kaprodi Ilmu Komputer UP (Muhammad Koyimatu Ph.d), serta Manajer Pengembangan Bakat dan Karir UP (Teuku Mahlil S.T, M.Eng) sebagai perwakilan dari Universitas Pertamina. Acara CITE UP kali ini diikuti oleh 69 oranguntuk lomba desain grafis dan 104 tim untuk lomba logika, dengan 15 orang finalis untuk lomba desain grafis dan 12 tim finalis untuk lomba logika.  Pada pembukaan acara ini dimeriahkan oleh penampilan angklung dari UKM Kesenian Daerah UP. Setelah acara pembukaan selesai, para finalis langsung menuju ke ruang lombanya masing-masing dan lomba berlangsung kurang lebih 2-3 jam.

Setelah lomba selesai, langsung ke acara selanjutnya yaitu seminar yang diberikan oleh Mouldie Satria Eka Putra dari channel youtube “Sobat Hape” dengan tema “Living in Tony Stark a.k.a Iron Man World”. Seminar dibuka oleh moderator, bapak Erwin Setiawan S.Kom, M.T.I dengan menceritakan bagaimana IT sudah hampir masuk ke seluruh aspek kehidupan kita, hilangnya beberapa mata pencaharian dan munculnya mata pencaharian baru karena IT.

Bang Mouldie membuka dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu, ia merupakan lulusan Teknik Lingkungan ITB, sekarang merupakan founder dan content creator dari channel youtube “Sobat Hape”, channel youtube berbasis teknologi yang sudah memiliki sekitar 550.000 subscriber saat penulisan artikel ini, ia berusia 23 tahun (7 tahun lalu). Bang Mouldie membuka seminar dengan menanyakan “Apakah kita sekarang hidup di era Tony Stark a.k.a Iron Man?” kepada seluruh peserta seminar sambil menawarkan hadiah berupa makanan ringan bagi peserta seminar yang berani menjawab, bang Mouldie kemudian menunjukkan 4 kategori yang harus dipenuhi agar dapat menjawab pertanyaan tersebut, kategori tersebut adalah sebagai berikut : Iron Man Suit, Jarvis, Ultron, Stark Tower.

  1. Iron Man Suit, Bang Mouldie menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah ada walaupun belum sempurna, sebuah alat bernama “Gravity Suit” oleh Gravity Industry, sebuah perusahaan startup yang mengembangkan teknologi penerbangan manusia (Human Propulsion), didirikan oleh Richard Browning di Maret 2017. “Gravity Suit” melakukan penerbangan dan pendaratan sukses pertamanya pada Agustus 2018.
  2. Jarvis, lebih spesifiknya adalah teknologi AI (Artificial Intelligence). Bang Mouldie menunjukkan bahwa AI sudah berada hampir di semua device yang kita ketahui seperti Alexa oleh Amazon dan Google Assistant dari Google atau di tempat-tempat tertentu seperti Amazon Go dengan video yang menjelaskan bagaimana setiap teknologi tersebut bekerja.
  3. Ultron, Bang Mouldie  menunjukkan video robot bernama Atlas dari Boston Dynamics, sebuah institut spin-off dari Massachusetts Institute of Technology. Atlas merupakan robot bipedal (berjalan menggunakan 2 kaki) buatan Boston Dynamics yang saat ini sudah bisa berjalan, berlari, melompat, bahkan parkour selayaknya manusia, walaupun belum sempurna tapi mobilitas Atlas sebagai robot sangat impresif.
  4. Stark Tower, kalau kita lihat Apple Park di Cupertino, California, Amerika Serikat merupakan salah satu bangunan yang sudah 100% menggunakan energi terbarukan untuk beroperasi, dibuka pada April 2017, dan sekarang merupakan Corporate Headquarter dari Apple. Bangunan ini berbentuk lingkaran dan berukuran sekitar 71 hektar, dapat menampung kurang lebih 12.000 pegawai Apple, 80% dari area Apple Park merupakan area hijau yang ditanami tanaman lokal untuk membantu pencegahan banjir. Dan tentunya panel surya yang dipasang di atap gedung dapat menghasilkan 17 megawatt listrik, menjadikannya salah gedung dengan atap solar panel terbesar di dunia.

Setelah memaparkan keempat kategori tersebut, Bang Mouldie menyimpulkan bahwa kita sudah cukup dekat dengan era Iron Man. Kemudian, Bang Mouldie menanyakan “Bagaimana kita mempersiapkan diri kita untuk menghadapi era Iron Man tersebut?”. Yang pertama harus kita lakukan menurut bang Mouldie adalah memulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu, seperti kedisiplinan diri masing – masing dan mengubah perilaku buruk. Kedua, dengan memanfaatkan teknologi masa kini dengan sebaik-baiknya dan mencari “celah” apa yang dapat membantu kita untuk maju. Ketiga,  jika gagal kita harus berani untuk mencoba lagi, saran yang mungkin menurut kita cukup klise, namun kenyataannya memang harus diterapkan jika kita ingin survive di era Iron Man nantinya, Bang Mouldie memberi contoh penemu “Gravity Suit” Richard Browning yang telah dibahas pada awal seminar, ia melakukan percobaan berkali-kali untuk menyempurnakan “Gravity Suit”, sering kali ia gagal namun ia terus mencoba hingga akhirnya berhasil melakukan pendaratan pertamanya pada Agustus 2018. Dan yang terakhir, adalah coba melakukan konversi energi dari tidak terbarukan menjadi terbarukan seperti di maju.

Setelah seminar selesai, langsung dilanjutkan dengan pengumuman juara bagi para finalis . Setelah juara diumumkan, maka berakhirlah acara puncak dari CITE UP 2 tahun ini.


Dokumentasi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *