10 Tips Personal Branding with LinkedIn

Maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja dimanfaatkan untuk berbagai macam hal mulai dari hal baik hingga yang kurang bermanfaat. Kalian gunakan untuk apa saja media sosial kalian? Update status kah? Chatting dengan teman? Upload foto/story? Banyak hal yang dapat kita lakukan di media sosial, mulai dari yang positif seperti memperluas jaringan dengan cara berkenalan dengan orang-orang sukses, membuat tulisan yang menginspirasi, sampai yang negatif seperti ujaran kebencian, menyebar konten yang menyinggung SARA, bahkan yang paling tidak penting seperti pamer kehidupan hedon di media sosial.

Bahasan kali ini lebih dikerucutkan ke penggunaan media sosial yang positif. Seyogyanya, media sosial digunakan untuk membangun citra positif pada diri sendiri. Membangun citra positif dapat dilakukan di media sosial manapun, tergantung bagaimana orang tersebut menggunakan akunnya. Namun, di kalangan profesional, media sosial yang lebih banyak digunakan adalah LinkedIn.

Apa itu LinkedIn? LinkedIn bisa dibilang sebagai media sosial untuk kalangan profesional. Pada umumnya, media sosial ini digunakan oleh para rekruter dan headhunter untuk merekrut tenaga kerja profesional untuk perusahaan. Mereka melihat isi dari profil kita yang terdiri dari berbagai macam informasi yang kita isi yang akan mereka seleksi berdasarkan kebutuhan. Tak hanya untuk keperluan mencari kerja, untuk pebisnis dan penggiat startup pun memanfaatkan LinkedIn sebagai referensi dalam mencari rekan bisnis. Kalian tentu pernah membuat CV kan? LinkedIn disini berfungsi sebagai CV online yang menjadi pembeda antara kamu dengan orang lain dan sangat berpengaruh dalam menjaring rekan kerja atau hasil rekrutmen. Kalian bisa buat akun di https://www.linkedin.com atau melalui aplikasi yang dapat diunduh dari Playstore atau App Store.
Berikut tips personal branding dengan LinkedIn!

1. Lengkapi profil secara informatif

Berfungsi sebagai CV online, tentunya kalian harus mengisi profil kalian dengan informasi seputar riwayat pendidikan, pengalaman kerja/organisasi, keahlian, pekerjaan saat ini.
Terdapat fitur ‘Profile Strength Meter’ di LinkedIn yang berfungsi sebagai parameter kelengkapan informasi profilmu, terdiri dari Beginner – Intermediate – Advanced – Expert – All Star. Untuk meraih All Star, kalian harus melengkapi foto profil, mengisi 2 atau lebih posisi yang sedang dijalani lengkap dengan peran kalian di organisasi/perusahaan, memiliki 5 atau lebih keahlian (skill), menulis summary tentang diri kalian, mengisi jenis industri dan kode pos, mengisi riwayat pendidikan, dan memiliki 50 atau lebih koneksi. Dengan meraih All Star, profil kalian akan 27x lebih mudah ditemukan oleh perekrut (sumber: tooltip di profil LinkedIn)

Untuk informasi tambahan, Palkomers bisa menambahkan HMIK di kolom Experienced sebagai pengalaman organisasi kalian melalui URL https://www.linkedin.com/company/himpunan-mahasiswa-ilmu-komputer-universitas-pertamina/
Psst, profil LinkedIn crew HMIK kita yang sudah terdaftar di URL diatas bagus-bagus loh untuk dijadikan referensi. Profilnya dapat dilihat pada koneksi yang terhubung dengan HMIK melalui URL diatas.
Mari cantumkan HMIK di LinkedIn kalian agar HMIK lebih banyak mendapatkan influence di kalangan profesional 😉

       


2. Pasang foto profil terbaru

Gunakanlah foto formal/semi-formal pada foto profil. Tampilkan kesan ‘serius’ pada foto profilmu agar pihak rekruter dapat mengenali wajahmu dan melihat kesan profesional dalam dirimu. Namun serius bukan berarti kaku ya, hal penting yang harus diperhatikan ialah foto profil LinkedIn kalian adalah asli muka kalian, menempati setidaknya 60% dari foto, perhatikan pakaian yang digunakan, pilih latar belakang yang tidak membuat yang melihat salah fokus, dan yang terakhir jangan gunakan foto selfie, foto grup, apalagi foto kartun/anime yang menampilkan kesan tidak profesional pada profilmu. Kalau dari foto saja sudah tidak menarik, bagaimana pihak rekruter/rekan bisnis akan melihat profilmu lebih lanjut?


3. Kustomisasi URL Profil LinkedIn kalian

Secara default, URL profil kita ketika pertama kali buat akun yaitu kombinasi huruf dan angka unik yang sulit untuk diingat. Kalian dapat mengubah URL profil kalian pada bagian Edit Intro di bagian atas profil, pilih Edit contact info, klik Profile URL, dan pilih Edit URL di pojok kanan atas jika kalian membuka LinkedIn melalui website.


4. Isi Summary pada profil kalian

Bagian ini merupakan salah satu bagian yang paling penting untuk diisi namun terkadang fitur ini masih ada yang belum memaksimalkannya. Isilah summary seputar diri kalian, latar belakang, keahlian, minat, penghargaan, dan hal lain yang sekiranya ‘menjual’ untuk dilihat oleh perekrut. Tentunya hal ini akan meningkatkan kemungkinan profil kalian akan dilihat oleh profesional yang menekuni bidang yang sesuai dengan keahlian atau minat yang kalian cantumkan di profil kalian.

Untuk bacaan lebih lanjut seputar summary: https://www.linkedin.com/pulse/how-write-perfect-linkedin-summary-william-arruda/


5. Lengkapi keahlian dan minta rekomendasi teman

Setelah kalian melengkapi semua informasi profil kalian seperti pada tahap 1-4, bagian yang jangan sampai terlewat yaitu keahlian. Bagian ini dapat diisi pada bagian Skill and Endorsement. Isilah keahlian yang kalian kuasai baik itu Hardskill maupun Softskill mulai dari yang umum seperti Public Speaking, Leadership, sampai keahlian khusus seperti Programming (bahasa pemrograman/tool/framework yang dikuasai) untuk mahasiswa CS, Ms Office, Desain Grafis, dan lain sebagainya. Seiring berkembangnya keahlian kalian, mintalah rekomendasi atau endorse dari rekan-rekan atau orang yang mengetahui keahlian kalian pada setiap skills yang kalian cantumkan di profil kalian. Seringkali perekrut lebih percaya ‘testimoni’ yang orang lain berikan pada skill kalian dibanding yang tanpa testimoni. Apalagi jika yang memberikan endorse ialah orang-orang yang benar-benar ahli di bidang yang dicantumkan. Bukan tidak mungkin peluang kalian sukses di kancah profesional semakin besar.


6. Unggah sertifikat keahlian yang dimiliki

Seringkali perekrut lebih mempercayai skill yang dimiliki seseorang ketika ada sertifikasi atas keahlian yang dimiliki. Maka dari itu, lengkapilah bagian Accomplishments di profil kalian dengan segala sertifikasi yang kalian miliki, bisa sertifikat organisasi, sertifikat kecakapan bahasa asing, dan sertifikat keahlian pada bidang yang kalian tekuni.


7. Ikuti online course resmi dari LinkedIn

Salah satu cara mengembangkan keahlian hardskill maupun softskill yaitu dengan mengikuti online course. Ada banyak modul-modul dalam bentuk video maupun pdf yang tersedia. Konten yang tersedia pun beragam, ada yang berbayar dan ada pula yang gratis. Konten dapat diakses pada
https://www.linkedin.com/learning/me


8. Perluas koneksi di LinkedIn

Setelah profil telah dilengkapi dan tips 1-7 telah dilaksanakan, saatnya perluas koneksi dan jaringan kita! Mulailah dengan menambahkan teman-teman kalian yang menggunakan LinkedIn ke daftar koneksi dengan menulis nama pada bagian pencarian dan klik Connect di profil orang tersebut. Setelah itu, LinkedIn dengan algoritma dan data mining nya secara otomatis akan memberikan kalian saran ‘People You May Know’ berdasarkan Almamater, Perusahaan, Minat, Keahlian atau informasi lainnya yang berhubungan dengan isi profil kalian . Cobalah manfaatkan fitur groups dan mulailah membuat koneksi dengan Dosen, Pendiri Startup, ataupun tokoh-tokoh lainnya yang kalian ingin menjalin hubungan profesional dengan mereka. Siapa tau, orang-orang yang terkoneksi dengan kalian ada yang memberi penawaran kerja, magang, ataupun tawaran kerjasama dengan organisasi atau startup yang kalian sedang ikuti. Jadi, jangan ragu untuk menambahkan orang ke dalam dafar koneksi kalian ya.


9. Aktif menulis atau membagikan konten di timeline

Bagikan konten-konten yang sekiranya bermanfaat untuk dibaca oleh koneksi kalian. Jika ada yang mem-post sesuatu di timeline, sebisa mungkin tinggalkan komentar positif. Apalagi jika yang membuat post adalah orang-orang yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak koneksi, dengan kehadiran kalian di kolom komentar, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang mengunjungi profil kalian dan tertarik menjalin koneksi lebih lanjut dengan kalian. Setelah melakukan upaya-upaya yang dapat menaikkan kemungkinan profil kalian dilihat, periksa social selling dashboard di https://www.linkedin.com/sales/ssi untuk memeriksa seberapa efektif kalian menjual branding profil kalian melalui hubungan kalian dengan orang lain dan mendapatkan impact yang baik.


10. Tingkatkan visibilitas profil

Bukankah akan sangat mudah bila perekrut langsung mendapatkan informasi tentang diri kalian pada indeks paling atas di mesin pencarian? Kalian bisa mengatur visibilitas profil kalian dengan menuju halaman Edit Profile yang langkah-langkahnya sama seperti pada #3. Menuju bagian Edit Visibility dibagian kanan dan tandai hal apa saja yang ingin orang lain lihat dari profil kalian.

 

Setelah mengikuti semua tips, biarlah teman-teman kalian mengetahui profil LinkedIn kalian denga cara mencantumkan URL LinkedIn kalian di media sosial lain yang kalian miliki, di CV kalian, website, dan lain sebagainya. Jadilah profesional dengan LinkedIn!

Sumber gambar:
[1-3] Dokumentasi pribadi
[4] https://qph.ec.quoracdn.net/main-qimg-03953158ff3010b5b3c256c32931c3fa
[5] http://1.bp.blogspot.com/-qxYssv8fFPw/VSzecLHMyMI/AAAAAAAAEyU/MTO1upExL_w/s1600/Sans+titre338.png
[6-10] Dokumentasi pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *